Oleh: kangmaswiwit | Juli 5, 2009

Dinar

Ini cuman import dari Note di FB ku..

PART 1

Bismilllah..

Tulisan ini hanyalah pembuka tulisan-tulisan selanjutnya (semoga dilancarkan) terkait investasi Dinar Dirham. Referensi akan saya ambil secara beragam agar dapat memperkaya (tentunya dapat pula sebaliknya) informasi yang akan digores di Note2 ini..

Pada awalnya saya tertarik dengan suguhan talkshow di JakTV dengan host Bpk Hermawan Kertajaya yg menghadirkan CEO Bank Muamalat, Bpk Riawan A Amin. Dalam diskusi itu, terkuak informasi bahwa pak Riawan telah menyusun buku bernama “Satanic Finance” yg pada akhirnya berhasil saya beli (dan baca). Isinya cukup menarik.. dg alur mirip cerpen. Intinya berkisah tentang Finance dunia ini yang parah. Detilnya mungkin saya bahas di tulisan selanjutnya.

Dari sebuah website (geraidinar.com) yang melakukan transaksi jual-beli dinar dirham, untuk tahun 2009, bulan Juni (bisa jadi hingga Juli dan Agustus) adalah saat yang tepat untuk membeli dinar. Karena saat itu, dinar ‘sedang’ murah2nya. Ajakan ini tentunya disertai dengan niatan untuk menjaga/investasi harta kita, bukan untuk mencari ‘margin’ dalam waktu singkat.. Karena investasi ini lebih pada investasi jangka panjang. Emas adalah bentuk yang tepat untuk menjaga nilai. Tidak terkena efek inflasi sebagaimana dialami oleh Dolar dan Rupiah. Terlebih dengan kebutuhan suntikan untuk pertumbuhan ekonomi dengan mencetak uang tanpa backing emas.

So, selamat menggali informasi mengenai dinar dirham.. dan selamat berinvestasi.

Wassalam..

—————————————————————————————

PART 2

Bismillah..

Di bagian ini, saya coba fokuskan pada bagian awal dari buku pak A. Riawan Amin : Satanic Finance. Gaya berceritanya adalah penulis menempatkan dirinya pada sudut pandang sebagai setan. Menarik😀

KISAH SUKUS DAN TUKUS
Merupakan kisah yang diadaptasi dari buku The Theft of Nations (2004) karangan Ahamad Kameel Mydin Meera.

Alkisah ada terdapat pulau Aya yang didiami oleh suku Sukus dengan Saka sebagai kepala sukunya, dan pulau Baya yang didiami oleh suku Tukus. Pulau Aya memiliki keindahan alam, ekonomi dan peradaban yang maju, sertan tambang emas yang melimpah. Mereka menggunakan koin emas sebagai alat tukar. Pulau Baya memiliki penduduk yang hidup sederhana dengan ketrampilan khusus sehingga kaya dengan hasil kerajinan tangannya. Kedua penduduk pulau ini hidup akur dan perekonomian berjalan lancar.

Datanglah Gago dan Sago kepada Saka yang mengaku dari pulau lain yang memiliki peradaban lebih tinggi. Mereka mengusulkan penggunaan uang kertas sebagai pengganti koin emas yang dinilai kurang praktis. Saka pun setuju sehingga 100.000 koin emas ditukar dengan 100.000 lembar uang kertas. Dan berdirilah Bank Aya.

Setelah sekian lama, ternyata hanya 10 persen dari uang kertas yang beredar dalam transaksi harian. 90 persen (sisanya) tetap berada di bank. Gago pun memiliki ide untuk mencetak uang kertas lagi karena sangat jarang nasabah bank Aya yang menukarkan uang kertasnya dengan koin emas.
Perhitungan dimulai. Dia mencetak 900.000 lembar uang kertas sehingga total yang telah tercetak adalah 1.000.000 lembar uang kertas. Berdasar pengalaman, hanya sekitar 10% orang yang menukarkan yang kertas ini, dan bukankah ia punya simpanan 100.000 koin emas milik penduduk Aya. So, pasti memadai cadangan emasnya. Fantastik! Creating money from NOTHING!!

Penduduk Baya pun mulai tertarik dengan uang kertas ini. Dan tipu daya Sago dimulai. Dibuatlah cabang Bank Aya di pulau Baya. Sago mengusulkan bahwa penduduk Baya dapat memiliki uang kertas tanpa perlu menukarnya dengan koin emas. Mereka (100 kepala keluarga penduduk Baya) dipinjamkan 1000 lembar uang kertas dengan perjanjian pada akhir tahun akan dikembalikan 1000 lembar uang kertas tersebut plus 100 lembar uang kertas sebagai jasa peminjaman (10%). Cerdas !!

Gago meminjamkan lembar uang kertas sisanya kepada penduduk Aya dengan jasa peminjaman sebesar 15%. Artinya bila ada yang meminjam 1000 lembar uang, di akhir tahun peminjam harus menyetor 1150 lembar uang. Kondisi ini menciptakan pergesaran kehidupan di kedua pulau, dari watak kekeluargaan menjadi individual. Prinsip time is money yang kini dipegang.

Hari berlalu, hutang pun mulai bertumpuk. Sago dan Gago sangat jenius. Kepada penunggak sebagian ada yang dipaksa membayar dengan menyita harta benda mereka, sebagian lagi (umumnya yang memiliki hubungan baik dengan Sago dan Gago) diberi perpanjangan masa angsuran, dan ada juga yang diberi tambahan hutang dengan dalih melancarkan kegiatan produksi. Wew !!

Dengan sistem yang telah berjalan ini, Sago dan Gago pun memiliki kekayaan yang besar, sekaligus memiliki pengaruh politik sebagai efeknya. Alhasil, kemiskinan pun menjadi endemik. Budaya, keadilan pun mulai luntur.

Inilah yang terjadi selama ini. Dengan uang kertas tanpa jaminan, aturan cadangan 10 persen dan bunga menjadi 3 jurus sakti dalam menguasai sebuah negeri. Yup, 3 pilar setan itu sangat ampuh (Fiat Money, Fractional Reserve Requirement, dan Interest).

Wallahu a’lam bish-shawabi..

—————————————————————————————

PART 3

Bismillahirrohmanirrohim..

Masih mengutip dr Satanic Finance..
Tiga pilar itu adalah Fiat Money, FRR, dan Interest.

Fractional Reserve Requirement (FRR)
Istilah reserve di Note ke-2 adalah koin emas yang harus disediakan untuk (jika) memenuhi permintaan nasabah yg mo nuker uang kertasnya dg koin emas yang disimpan. Kurang lebih begitu jg klo di operasional bank. Cadangan inilah yang disebut sebagai FRR.. Jumlahnya (umumnya) jauh di bawah 100 persen.

Contoh, klo disyaratkan FRR 10%. Duit di bank ada 100jeti.. maka 10% (10jeti) harus ada di bank, 90 jeti sisanya bisa dipinjamkan ke para calon nasabah. Sd sini secara logis keliatannya tdk masalah. Masalah yg muncul sebenarnya, FRR ini berarti bank dapat ikut ‘menggandakan’ fiat money (uang kertas). Kok bisa? dari mana? dari kredit yg diberikan bank.. (bunga kredit :D)

Interest
Alasan bunga bank biasany adlh sbg biaya kompensasi ilangnya kesempatan bagi bank ato pemilik uang itu untuk dapat hasil produktif klo uang itu diinvestasikan ke proyek lain. Hoho.. dasar.
Masih ingat cerita di Note pertama? Sago yg kasih pinjam ke penduduk Baya dg bunga 10%, Gago ke penduduk Aya dg bunga 15%. Okay..

Asumsikan kita pakai bunga 15%, FRR 10%. Ada deposit 1jeti, berarti 900rb bs dikreditkan. asumsikan seluruh 900rb berhasil dikreditkan sehingga di akhir periode seharusnya ada 1.135.000 (900.000 + 100.000 yg netep di bank + 135.000 bunga). Masih inget.. berapa duit yg ada? Cuma 1.000.000.
So, terciptalah uang baru 135.000, yg berarti bank sentral harus cetak yang baru. Padahal jumlah emasnya tetap.

MV=PY
Masih ingat pas blajar ekonomi di SMA? M : suplai uang, V : kecepatan edar uang, P : rata2 tingkat harga, Y : output rill barang/jasa yg dihasilkan.
Klo bank sentral cetak uang baru (let’s say 135rb tadi) brarti suplai uang bertambah.. assume, V tetap dan Y naik pelan (pertambahanny ndak bisa ikutin penambahan jumlah uang), maka harga2 barang/jasa merangkak naik.. Inilah yang dinamakan sebagai fenomena inflasi.

FYI, info tentang harga dinar dari waktu ke waktu (www.geraidinar.com) :
Harga Dinar per Juni 2007, 2008 dan 2009 masing-masing adalah Rp 832.281, Rp 1.166.93,1 dan Rp 1.355.510.
Harga beras per – kilogram turun dari  semula pada harga 0,0042 Dinar (2007), menjadi 0,0035 Dinar (2008) dan 0,0032 Dinar (2009).

Wallahu a’lam bish-shawab


Responses

  1. Assalamu’alaikum kang mas wiwit..🙂

  2. kangmas, kalo beli di saya, 10 dinar dapet bonus eramuslim digest edisi satanic finance… kalo 15 dinar, bonusnya bukunya pak muhaimin iqbal yang dinar soluiton…🙂
    http://dinaremasku.com

  3. i am writing my first book and it is based on the life of Francisco C. de la Rama. he was featured in an issue of the Philippine free press 1924.<br / Click http://www.l33turl.com/youme09180


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: