Oleh: kangmaswiwit | April 23, 2009

Quantum Ikhlas – Part 1

Sesuai judulnya.. Quantum Ikhlas, judul buku yang sedang ku baca.. sambil membaca buku yang lain..

Ada hal menarik yang ingin aku share di sini hari ini.. adalah quote di bab 2 :

“Engkau berpikir tentang dirimu sebagai seonggok materi semata, padahal di dalam dirimu tersimpan kekuatan tak terbatas.” Ali bin Abi Thalib

Di dalamnya ku peroleh petikan ayat Al-Qur’an sebagai dasar pembahasan di bab 2 :

“Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Ku perkenankan bagimu..” QS. Al Mukmin 60

“Sesungguhnya telah Kami ciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” QS. At Tiin 4

Aku coba pahami paragraf demi paragraf penjelasan di bab 2, semakin dalam aku tenggelam di dalam pembahasan, semakin mantap hatiku.. Betapa tidak.. Bahwa manusia sungguh-sungguh menjadi makhluk yang sempurna. Ketika lahir, kita dibebaskan untuk menggali ilmu, berlari ke sana kemari (lucunya..).

Si kecil ini selalu bersemangat mencoba melakukan segala hal baru dengan antusias dan tekun. Semua dihadapi 100% dengan penuh semangat, tawa, dan air mata. Tapi lambat laun lingkungannya membisikkan kata-kata “jangan” , “tidak boleh”, atau “tidak bisa”. Alhasil, si kecil pun mulai meragukan potensi besarnya.. Bisa jadi, inilah awal manusia secara terpaksa atau tidak mengubah default factory setting (baca : fitrah) nya untuk berhasil.

Alloh SWT (menurutku) menciptakan manusia bukan untuk mengalami kegagalan, tapi untuk jatuh lalu bangkit kembali berusaha menggapai tujuan penciptaannya. Jadi, berencana, berhasil, berencana (meningkat goalnya), jatuh, jatuh, berhasil, dst..

Yup, sepakat dengan pernyataan di dalam buku bahwa kita harus selalu berusaha berpikir positif. Bahkan buku ini mengajak untuk lebih dari itu, menjadi tidak hanya berpikir positif di otak, tapi bagaimana juga melibat-sertakan hati.

~Wisma Mulia Lt.19, jam 8.30pm.. sambil bersiap pulang ke kostan..~


Responses

  1. teorinya sih gampang kang mas…
    prakteknya yg susah…

    • yup.. sepakat juga.. makanya di paragraf terakhir aku bilang setidaknya berusaha dulu pak..😀

      tugasnya temen2 sekitarnya untuk saling mengingatkan.. karena faktor lingkungan menjadi rata-rata mayoritas pemberi pengaruh ke individu..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: