Oleh: kangmaswiwit | Juni 6, 2007

Hukum Bunga Bank Dan Karakteristik Bank Syariah

(untuk memberikan referensi lain, baiknya dibaca sebelum membaca postingan sebelumnya.. lagi2 dari syariahonline.com)

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum wr.wb.
Ust, bagimana hukum bunga dalam bank. Apakah yang dimaksud dengan bank syariah? produk apa yang ada di bank syariah? Apa bedanya dengan bank konvensional?& apa beda bunga pada bank syariah dengan bagi hasil pada bank syariah?
Jazakumullah
Wassalamu’alaikum wr. wb

Axxxxx

Jawaban:

Assalamu’alaikum wr.wb.

Hukum bunga bank menurut jumhur ulama adalah haram sebab, ia jelas-jelas merupakan riba. Dalilnya adalah QS. 2: 275. (Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba).

Bank Syariah adalah lembaga keuangan yang usaha pokoknya adalah memberikan kredit dan jasa lain dalam lalu lintas pembayaran serta perderan uang yang beroperasi disesuai dengan prinsip-prinsip syariah.

Produk dalam Bank Syariah, misalnya: giro, tabungan, deposito, inkaso, transfer, Lc, surat berharga, safe deposit box, pembiayaan proyek, pembiayaan modal kerja, sewa, dsb.

Perbedaan Bank Syariah dan bank konvensional
1. Dari segi falsafah, bank syariah tidak berdasarkan bunga, spekulasi, dan gharar (ketidakjelasan). Sementara, bank konvensional berdasarkan bunga.
2. Dari segi operasional, dana masyarakat dalam bank syariah berupa titipan dan investasi yang baru akan mendapatkan hasil jika diusahakan terlebih dahulu. Sementara, pada bank konvensional dana masyarakat berupa simpanan yang harus dibayar bunganya pada saat jatuh tempo. Selain penyaluran bank syariak pada usaha yang halal dan menguntungkan. Sementara, penyaluran pada bank konvensional tidak mempertimbangkan unsur kehalalan.
3. Dari segi organisasi bank syariah memilih dewan pembina syariah. Sementara dalam bank konvensional, tidak.

Perbedaan bunga (dalam bank konvensional) dan bagi hasil (dalam bank syariah):
1. Penentuan bunga ditetapkan pada waktu akad dengan asumsi harus selalu untung. Sementara, besarnya rasio bagi hasil ditentukan pada waktu akad dengan berpedoman pada kemungkinan untung rugi.
2. Besarnya prosentase berdasarkan jumlah uang/modal yang dipinjamkan. Sementara, rasio bagi hasil berdasarkan jumlah keuntungan yang diperoleh.
3. Pembayaran bunga tetap seperti dijanjikan tidak peduli apakah proyek yang dijalankan nasabah untung atau rugi. Sementara, dalam bagi hasil untung dan rugi ditanggung bersama.
4. Jumlah pembayaran bunga tidak meningkat meskipun jumlah keuntungan berlipat/keadaan ekonomi sedang boming. Sementara jumlah pembagian laba meningkat sesuai dengan peningkatan jumlah pendapatan.
5. Eksistensi bunga diragukan atau bahkan dikecam oleh umat Islam. Sementara, tidak ada yang meragukan bagi hasil.
Demikian. Wallahu a’lam bi al-shawab.
Wassalamu ‘alaikum wr.wb.


Responses

  1. Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
    ustat, apa sebenarnya substansi dari bank konvesional dan bank syariah, siapa pelopornya, apa karakteristikdari bank konvesional dan bank syariah, kapan Bank pertama kali dikenalkan di Indonesia. syukran katsiran ya ustat atas jawabannya

  2. untuk pinjaman,margin syariah saat ini selalu lebih tinggi dari bunga bank, ini lebih menjerat leher konsumen. saya perlu klarifikasi ulama syariah jgn sampai hanya mencari keuntungan tapi nama menjual label syariah, nauzubillah syariah saat ini lebih menjerat

    • untuk mas BAGUS saya mohon maaf…
      sebelmunya saya mau tanya,, daging babi dengan daging sapi mahal mana???yang pasti mahal daging sapi,,tapi apa kah kita sebagai muslim memilih konsumsi daging babi ketimabng daging sapi untuk mendapatkan yang murah??

      sekarang lebih murah mana beli makanan di warung kecil ketimbang di super market??yang pasti lebih MURAH di supermarket to?? mungkin aku ga jelasin lebih detailnya mengapa,,saya kira mas bagus sudah tau.

      sekarang IB (islamic Bank) itu baru berdiri, aset mereka belum banyak ketimbang Bank KOnvensional jadi maklum saja,,kita sebagai orang islam jgn melihat dari sisi murahnya,,lihat kualitas dan labelnya. kita sebagai orang islam wajib mendukung produk produk kita.

      jadilah nasabah IB untuk mendukung kebangkitan ekonomi kita

  3. bank syariah adalah bank yang di-KONSEP-kan sebagai sebuah sistem perbankan yang bebas dari riba, adil dan transparan. Maka sangat wajar jika untuk bisa bebas riba, adil dan transparan, mereka sangat ketat dalam manajemen resiko, sehingga regulasi-nya ketat, operasionalnya ketat, pengawasan ketat, margin pun jadi ketat. itulah nilai lebih dari bank syariah.

    Namun, semoga aja hal tersebut terjadi bukan karena ke-syariah-annya trus bank syariah seenaknya ninggiin margin keuntungan, dan atau nentuin bagi hasil yang gak kompetitif.

    Regards,
    Ahmad Ifham

  4. ustad bagaimana dengan tukang bank keliling apakah itu dari bank syariah atau dari bank konvesional?

  5. jangan dilihat itu bank apa dari dia keliling tapi lihat atau tanya langsung bagaimana konsep kegiatan dia lakukan

  6. mengomentari pernyataan mas bagus,mungkin bisa saya tambahkan disini berdasarkan pengalaman saya sebagai pegawai salah satu bank swasta terkenal yg sekarang Alhamdulillah sudah bergabung dengan salah satu bank syariah terpercaya> sepengetahuan saya dilapangan banyak sekali bank2 syariah yg beroperasi baik yang dari pemerintah sekalipun yang belum menjalankan sistem syariah yang baik+ keadaan ini diperparah oleh menjamurnya BPR dan Koperasi simpan pinjam syariah fiktif. Pada dasarnya mereka tetap menjual produk2 ribawi tapi berembel2 syariah,jadi wajar kalo bunga mereka lebih mencekik/ tinggi. Saran saya carilah Bank yang murni syariah (anda bisa membedakannya dengan tingginya bunga, prilaku pegawai, bahkan hal yg kecil2 lainnya semisal model kantor yg dimana ruang tunggunya langsung ada musolanya). Semoga bermanfaat>>>>>

  7. USTAD.BAGAIMANA DENGAN BUNGA USAHA EKONOMI DESA-SIMPAN PINJAM (ued-sp) yang belakangan ini lagi marak2nya?? bagaimana caranya pengelolaan dengan cara syariah.

  8. saya pernah pinjam di bank konvensional 30 jt selama dan saya kembalikan perbulan 1, 185,000/3 tahun. Kemudian beberpa tahun kemudian untuk suatu keperluan saya pinjam di bank syaraih dengan nominal yang sama selama periode 3 tahun dengan pembayaran tiap bulan yang sedikit lebih tinggi. Hal yang sama saat simpan deposito di bank konvensional untuk 3 bulan diberi bunga flat 5% annual, juga pernah deposito syariah dengan nominal yang sama hanya tidak ditentukan prosentasenya tapi setiap saya cek nilainya sama dengan konvensional. Berkenaan dengan usaha yang dikelola bank baik konvensional dan syariah sama-sama saya tidak tahu. aan ? sisi manfaat pinjaman sama2 saya pinjam untuk usaha, menabung juga untuk usaha karena masalah inflasi dan administrasi bank serta keamanan. Apa yang menjadi perbedaanya ? .


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: