Oleh: kangmaswiwit | Desember 27, 2006

25 Des 08.00+

Karisma ITB, tempat aku nongkrong dulu. Sekarang jarang ke sana.

Tepat tanggal 25 des 06, ex- ketumnya menikah di daerah Bekasi Barat. Asdo Alam namanya. Beliau sosok ketum yang sangat berdedikasi dan perhatian ke ‘anak buah’nya. Saya dulu salah satu di antara mereka. Tentunya, banyak pembina (sebutan anggota mahasiswa di Karisma) yang ikut ke sana. Rencana pun digelar.

Pagi, 25 des, 06.30. Seperti biasa, telat. Akhirnya, 7+ mobilku tancap gas. Ada 5 total. 1 mobil dari Shafira, dua dari pembina, 1 rental (APV), dan 1 dari Salman (operasional). Roba bahagia terpancar dari seluruh wajah pembina yang ikut rombongan. Mini bus Shafira mengangkut akhwat. Full. Kecuali seorang pembina, supir dan kang Budi Prayitno.Rombongan kedua, Innova bapakku. 12 termasuk diriku masuk ke dalamnya. Ukuran yang cukup berbahaya untuk masuk ke tol. Sebelum berangkat, seorang pembina berpesan, Wit cek ban yach, tampaknya rada kempes. Roda pun aku cek di simpang3; taman sari-gelap nyawang.

07.30+. Perbincangan dalam mobil 2000cc pun mengalir dengan deras. Tapi mayoritas memilih tidur. He. Kecuali, pak supir (Wiwit) dan sobat karibku, Adi. ………………….. Waktu bergulir. Tak terasa pintu tol Bekasi Barat dilewati. Harapan 2 kami masuki. ….. Titutit ada telp masuk ke salah satu hp pembina. Ada kabar kecelakaan. APV rental yang dinaiki 9 kawanku terguling di tol cikampek (pembatas dua jalur hanya rerumputan 2 lajur).  Ach, becanda kalee… maklum, Karisma itu gudangnya canda.

Nyiur kuning yang melambai kami dapati sekitar 8.30+. Masuk WC lah, buang muatan yang kagak perlu. ….. Benar, kecelakaan memang terjadi. 5 orang resmi dirawat. 4 orang luka kecil. 1 orang (supir)… males ku sebutkan. SIM kagak bawa (pernah ditilang), capek yang dipaksakan. Cikarang aku masuki, rumah sakit Medirossa. Yang dirawat, 5 orang itu: (1) patah tulang tangan kiri atas, (2) tulang tangan pula, (3) gegar kecil otak (kudu rawat inap), (4) pinggang nyeri, rontgen sich ndak apa2, tapi cek lagi dech, (5) yang paling parah, (yg kutahu) ada 4 jahitan di kepala, setelah masuk kamar inap-pun sampe muntah 2 kali… tak tega aku melihatnya, aku hanya ingat waktu ku bilang, kamu paling parah: banyak dosanya kang Wiwit. Haiya. Sosok seorang X yang sangat bersahaja aza ngomong gitu. Lah, saya… hiks.

Ashar berkumandang. Lapar, dan keinginan salam ke kang Asdo pun kutekadkan. Kang Arif dan Pras dititipkan Salman untuk stand-by. Aku tenang. Di, ke nikahan yuks. Aku belum kasih salam selamat ke kang Asdo. … Macet. Pembina yang menumpangku pun berulang kali memastikan mereka diantar pulang. Ya, macet nich.

Akhirnya, sampai. Selamat ya kang, teh. Nyam, makan2. Telat, makan sendirian. Kang cabut yuks. Santai…lah. Haiya, jam17+. Okay. Cabut. …. di tol, membisu semua. Aku pun teringat berulang kali. Meskipun terkadang 100 km/jam pun kulewati. Bus ku lambung dari bahu jalan. Pulang cepat. Istirahat.

20+. Sampai Salman, kosongkan muatan. Tancap ke rumah. Alhamdulillah. Again, bapakku berpesan, itulah, jaga jarak selalu dengan depan. Maks 100 aza. Toh ndak beda jauh waktu sampainya. Yup.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: